niih, sekarang anna mau ceritain kegiatan disana apa aja, yaah kan sekarang anna udah jadi Santriwati Gontor Putri 3 bukan Calon Pelajar lagi, tapi udah RE - S - MI :) itung - itung curhat aja deh, hehe ..
come on look my stories :
Sekitar bulan Oktober aku pergi lagi menuju Jawa Timur, tapi bukan pergi ke Gontor Putri 2, melainkan Gontor Putri 3 tepatnya di Karangbanyu, Widodaren, Ngawi, Jawa Timur. Sepanjang perjalanan, rasanya berat sekali untuk pergi ke sana, aku masih ingin di rumah, dan sebenarnya ingin masuk SMA, seperti teman-temanku yang lain, tapi rasanya tidak mungkin aku lakukan itu, dan pastinya Mama dan Papa akan kecewa karena ulahku.
Singkat cerita akhirnya aku sampai di depan Wisma Gontor Putri 1, papa turun buat nyari penginapan karena kita datangnya malem, terus pengen istirahat dulu dan besoknya baru berangkat ke Gontor Putri 3, tapi sayaaaaaaanggggnyaa, semuanya penuh, dan Mama bilang "Teh, langsung aja daftar yaah" kata Mama, aku hanya diam, enggan menjawab, rasanya ingin pulang saja, tapi sekali lagi aku bilang ITU TIDAK MUNGKIN. Diamnya aku dan tidak menjawabnya aku atas pertanyaan Mama membuat Mama kesal, akhirnya aku di sentak dan aku membuka mulut "Yaudah .." hanya kata itu yang keluar dari mulutku. Akhirnya kami menuju Gontor Putri 3.
Aku merasakan air mata tengah menggenangi mataku, tapi aku enggan untuk menangis, ketika mulai masuk perkampungan, dari pinggir jalan perkampungan, terlihat suatu bangunan yang bertuliskan GONTOR PUTRI 3, lampu-lampu menyala, apalagi masjidnya, tempat itu bagaikan istana di tengah sawah, tidak ada yang menandingi kemewahannya.
Hatiku mulai terpancing akan keindahannya, aku rasa aku akan bertahan disana, fikirku, tapi disisi lain hatiku menjerit, tidak aku tidak akan bertahan disana! Entahlah, malam yang sendu itu membuatku galau. Masuklah aku kedalam lingkungan Gontor Putri 3, Papa menurunkan semua barangku didepan gedung Al - Azhar yang bertingkat 3, inilah kelasku, dimana aku mencari ilmu dan pengajaran. Tapi sebenarnya masih ada dibelakang sana, 5 ruangan yang dijadikan kelas yaitu Gedung Aligarh.
Setelah Mama menyelesaikan semua biaya daftar ulang dan lain sebagainya, akhirnya aku dijemput teman-temanku yang telah datang sejak kemarin, koperku diangkat oleh kakaknya Mama. Kami, para murid baru, ditampung dulu di Gedung Al - Azhar, untuk kelas 1 Intensif (Yang Lulusan SMP) ditempatkan di lantai ke 3, sedangkan kelas 1 (Yang Lulusan SD) di lantai ke 2. Awalnya sih malem itu kami dilantai ke 2, tapi besoknya kami dipindah kelantai 3, yaaah dengan kerja sama yang baik, kita ngangkat-ngangkatin koper ke lantai 3, ada: Retno (Makassar), Eva (Batang), Ika (Jember), Iffa (Purwodadi), Indah (Tangerang), Dwi (Bogor), Tsiqoh (Bekasi), kami ramai-ramai naikkin itu koper ke atas, kasur-kasur juga, terutama makanan :)
Yang membuatku miris, malam itu Mama dan Papa engga dapet penginapan, akhirnya ketika shalat shubuh aku mencari-cari ke tempat penerimaan tamu, ternyata Mama dan Papa dan Abah dan Ua dan Adikku tidur dipinggir mesjid, hanya dialasi dengan kain hitam yang tidak tebal yang menurutku masih akan membuat mereka dingin, dan satu lagi tanpa selimut. Lagi-lagi air mata itu mengenang dimataku, cepat-cepat aku balikan badan dan jatuhlah air mata itu, dan cepat-cepat pula aku hapus, aku tak ingin orang tuaku menangis.
Selesai itu, aku diajak makan di DLP, dengan wajah yang di ceriakan aku sarapan pagi bersama mereka, selesai itu, aku diajak ke tempat parkir, karna mereka akan segera pulang, rasanya ingin sekali teriak, aku ingin ikut! tapi kalimat itu sama sekali tidak keluar dari mulutku, yang ada hanyalah sunggingan senyuman yang ku berikan kepada mereka, mungkin Mama tau aku enggan untuk ditinggalkan, tapi ia hanya diam menatapku. Akhirnya sampailah waktu dimana mereka pulang, satu persatu aku salimi, ketika aku menyalimi Abah, Abah menepuk-nepuk pundakku dan memberikan nasihat yang dibarengi air mata, begitupun dengan Mama, ia menangis dan memelukku, tapi beda dengan Papa, Papa hanya mencium kedua pipiku dan keningku, lamaaaaaaa sekalii, sampai akhirnya dia hanya mengatakan "Papa pulang ya, belajar yang bener disini" itulah yang Papa ungkapkan, aku tersenyum tegar sembari menahan rasa sakit di dada, mereka menyuruhku untuk kembali masuk dan aku pun menurut "Hati-hati di jalan Mah" teriakku sambil masuk kembali ke area pondok.
Langkahku hampa, AKU? DISINI? DI TEMPAT INI? kata-kata itu terus memenuhi fikiranku, sampai rasanya kepalaku pening, tapi aku mencoba bertahan, sudah saatnya aku belajar Mandiri, hanya 4 tahun, hiburku didalam hati. Aku kembali bergabung dengan teman-teman di lantai 3 yang tengah melihat pemandangan indah, aku juga melihat kereta melintas dengan suaranya yang membuat hatiku semakin terharu. Ku pandang langit, masih pagi, sepertinya lebih baik aku membereskan barang-barangku.
Malam tiba, aku kembali berdiri memandangi langit di lantai 3, ku tutup mataku, bayangan indah itu pun kembali berkelebat, ku buka mataku dan air bening itu kembali jatuh, AKU ENGGA BETAH! jeritku dalam hati. Bayangan baju Putih Abu semakin membuatku sedih, disini di Gontor Putri 3, seragamku kembali berwarna biru, disertai dengan jubah berwarna hijau, dan baju pramuka dan juga baju olah raga berwarna biru muda. Seseringnya aku mendengus karena bosan dan kesal, inilah yang membuatku ingin kembali pulang.
Beberapa hari kemudian, sambutan dan pembukaan penerimaan santriwati baru pun dimulai, disitu juga pembagian kelas dan kamar dibagikan, aku mendapatkan kelas 1 INTENSIF D dan kamar di Rayon Cordova, kamar 2. Akhirnya kami mendapatkan tempat yang baru, kami kembali bekerja sama menurunkan barang-barang ke lantai pertama, dan kami geletakkan di lapangan Al- Azhar, setelah semua barang sampai di bawah, kami mengambil barang kami masing-masing, dan mencari kamar kami masing-masing. Aku mengeret koperku dan ku gendong tas besarku di pundak, sementara itu kasurku masih ada dilapangan. Aku melihat sebagian santriwati dibantu oleh kedua orang tuanya, salah satunya temanku, andaikan itu aku, aku hanya tersenyum kecut dan meneruskan perjalananku menuju rayon Cordova. Semua teman-temanku tidak peduli lagi padaku, mereka pun sibuk dengan diri mereka masing - masing, inilah salah satu ajaran Gontor, Berdiri Sendiri.
Setelah aku temui kamarku, aku menyimpan koper didepan deretan tempat sepatu, dan aku melihat ada 2 orang perempuan yang berkokat kuning, ternyata itu kakak kelas 5, mereka tengah membersihkan kamar itu, dengan cekatan, aku ambil sapu dan ikut membantu mereka, mereka pun merasa senang dan akrab denganku, mereka adalah Ukhti Sekar (Kalimantan) dan Ukhti Fairuz (Sumatra). Setelah selesai membereskan dan membersihkan semuanya, anggota kamar 2 pun masuk, termasuk aku. Disitu aku baru kenal dengan Isna (Kalimantan), Lia (Semarang) dan Ella (Mojokerto), teman 1 intensif yang aku kenal hanya Isna, entahlah yang lain dimana, akhirnya kami berkenalan satu persatu di kamar, ternyata ukhti yang tadi itu adalah pembimbing kamar: U' Sekar (Kalimantan), U' Fairuz (Sumatra) dan U' Ria (Tuban).
Awalnya aku tidak mengenal siapa-siapa disitu dan aku tidak dikenal siapa-siapa disitu, artinya aku adalah orang baru disitu, yaaah semuanya juga siih, tapi karna seringnya aku ditunjuk untuk menjadi imam shalat, akhirnya aku kenal dengan teman-teman se- kamarku:
- Nadia (Bandung) kelas I
- Fanya (Bekasi) kelas I
- Fathin (Jakarta) kelas I
- Adinda (Semarang) kelas I intensif
- Choi (Semarang) kelas I
- Lia (Semarang) kelas I
- Isna (Kalimantan) kelas I intensif
- Hanum (Tangerang) kelas I
- Dinda (Kalimantan) kelas I
- Husnul (?) kelas I
- Filda (Tuban) kelas I
- Rachma (Pekalongan) kelas I intensif
- Mila (Bandung) kelas I intensif
- Enita (Ponorogo) kelas I intensif
- Anes (Surakarta) kelas I
- Ella (Mojokerto) kelas I
- Rosa (?) kelas I
- Diajeng (Rembang) kelas I
- Indah (Semarang) kelas I
- Sholihah (Bogor) kelas I
bersama dengan ukhti kelas 6 yaitu, U' Badriah, U' Maghfirah (Kendari) dan U' Dara (Bekasi), tapi mereka di ganti setelah Revo pengurus OPPM, U' Maghfirah pindah ke bagian Pramuka dan U' Dara ke bagian Olah Raga, dan di ganti oleh U' Rabiani (Sumatera), begitupun dengan kelas 5, karena setelah pemilihan Ketua Rayon beserta bagian-bagian yang lain akhirnya U' Sekar dan U' Fairuz pindah, karena mereka adalah Ketua Bagian Bahasa Rayon dan Ketua Bagian Keamanan Rayon, akhirnya semua kelas 5 dikamarku diganti, jadinya U' Ulfa (Bekasi), U' Fina dan U' Zulfia.
-- aduuh sebenernya masih banyak ceritanya, tapi tangan saya sudah keriting, lain kali dilanjut yaaa --
You can If you Think You can,.,.,Bismillah,,.,innallaha ma'asshobirin,.,.
BalasHapusuntuk mendapatkan keberhasilan tentunya kita harus susah terlebih dahulu, tapi yakinlah ujian itu kan menjadi indah dikala kita sudah meraih kesuksesan itu.....
BalasHapusgood luck ukhtiii
Karya tulis yang indah. Anakku juga baru saja masuk ke Gontor Putri 3 tahun 2012 ini, namanya Aisyah Nurul Fitriyah dari Jombang Jawa Timur. Bila U' Anna berkenan tolong ajarkanlah padanya bagaimana menulis yang baik dan indah. Jazakallah
BalasHapusKa Agung: yap, syukron.
BalasHapusKhudri: na'am, amin, syukron.
Joko Wahono: oia pa, saya belum ketemu anak bapa, insyaallah saya ajarkan, jazakallah :)