"Heh kalian, koq tadi manggil gwe Lady Al sih? Emangnya gwe putri apa? Emang gwe mirip ama Lady Diana ya?" cerocos Alen, membuka pembicaraan sambil menyeruput Ice Cappuccino nya.
"Engga sih, emang engga boleh ya Al?" tanya Hermina menanggapi ocehan Alen.
Alen menggerak-gerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan, di akhiri dengan gerakan mengangkat bahu "Ya berasa engga pantes dan aneh! Eh gwe ke toilet dulu ya, kebelet niih, oia jagain tuh belanjaan gwe, kalau engga gwe mutilasi!" jawabnya sambil berdiri, dan bersiap pergi ke toilet dan bruggg!! "Heh kalau jalan liat-liat doo .. Lo? Ngapain lo disini?"
"Gwe? Gatau gwe juga. Sorry gwe lagi buru-buru, mau ke toilet nih!" jawab seorang lelaki yang menabrak Alen beberapa detik yang lalu.
"Heh tunggu! Bareng aja ama gwe!" serunya, dan detik kemudian sadar dengan apa yang ia lontarkan "Eh maksud gwe, lo ke toilet cowo gwe ke toilet cewe!" ralatnya "Oia, nyanyi lagi dong!" pintanya sambil menahan hasrat ingin kencingnya.
"Hah? Emang lo suka sama suara gwe?" tanyanya.
"Yahaa!! Eh nanti deh hari senin nyanyi bareng lagi dong sama gwe, nanti senin gwe ke tempat keramat lo lagi, tapi nanti gwe pengen nyanyi lagunya Daniel Bedingfield yang If Your Not The One! Lo hapal engga liriknya? Kalau engga mendingan lo apalin dulu geh! Udah dulu ye gwe kebelet niih, katanya lo buru-buru tapi jalannya nyantei amat! Udah gwe duluan, daaah Pioooo!!" jawab Alen panjang lebar seraya berlari menuju toilet wanita.
Pio menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis, mulutnya mulai membuka "If you're not the one then why does my soul feel glad today? If you're not the one then why does my hand fit yours this way? If you are not mine then why does your heart return my call? If you are not mine would I have the strength to stand at all?" ia mulai asyik menyenandungkan lirik lagu itu sambil masuk ke dalam toilet pria.
Setelah selesai membuang air kecil yang sedari tadi ditahannya, Alen berjalan menuju wastafel, menekuni tiap lekukan wajahnya, kemudian ia pijit keningnya dan disusul dengan siraman air, Ya Tuhan jangan yah jangan dong, masa gwe harus suka sama dia sih? Diakan culun!, serunya dalam hati dan berjalan keluar toilet.
***
"I never know what the future brings, but I know you're here with me now, we'll make it through and I hope you are the one I share my life with ..."
"Al lagunya jangan yang ini melulu, bosen tau dengernya, dari sejak pertama masuk mobil lagu ini aja yang terus lo puter!" komentar Hermina gusar.
Alen mengangkat bahunya dan melanjutkan kembali lirik lagu itu "I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand, if I'm not made for you then why does my heart tell me that I am? Is there any way that I can stay in your arms? ..."
"Ih dasar ni anak satu, bandel amat sih jadi orang, mau gwe jadiin kelepon? Jangan deng kasian, nanti kak Jo marah sama gwe! Eh, tadi cowo culun itu siapa Al?" tanya Hermina dan berhasil menyita perhatian Alen yang tengah asyik menyenandungkan lirik lagu. Alen mendelik dan langsung terdiam "Heh gwe nanya nih, malah diem!"
"Ia Al, yang tadi siapasih?" tanya Asya, ikut-ikutan membombardir dengan pertanyaan serupa.
Alen menghela nafas panjang, mengganti lagu If Your Not The One dengan lagu Stand By Me - Shinee "Dia? Lo berdua udah tau kali, dia tuh Ce O We O = COWO! Intinya dia manusia yang tumbuh dan berkembang" jawab Alen "Stand by me nal parabwajwo, ajik sarangeul morujima, stand bye me nal jikyobwajwo, ajik sarange sotul jiman" lanjutnya, bukan jawaban melainkan lantunan lirik lagu.
"Kalau MANUSIA BERKELAMIN COWO gwe sama si Asya udah tau! Yang gwe maksud DIA ITU SIAPANYA LO!" sembur Hermina mulai gereget dengan respon yang diberikan Alen.
"Just Friend, Not My Boyfriend!" seru Alen dan kembali menggumamkan lirik lagu Stand By Me lagi.
Asya dan Hermina saling berpandangan "Yakin lo cuma temenan doang?" selidik Asya mulai memicingkan matanya, menurunkan kacamatanya sampai hidung.
Alen mengangguk mantap "Emang kenapa sih?" tanyanya heran.
"Aneh Al, soalnya tadi pas gwe liat lo ditabrak sama dia, lo engga marah-marah sama dia, biasanyakan lo suka marah-marah sampe nyedot perhatian orang-orang, tapi tadi, malah lo kejar, terus jalan bareng dan yang lebih anehnya lagi lo ngobrol sama dia, dan yang kebanyakan ngomong itu lo bukan dia!" seru Asya, mengingat kelakuan Alen yang tidak seperti biasanya.
"Apaan sih? Lo engga ada kerjaan bangetlah merhatiin gwe! Udahdeh, kan gwe udah bilang dia itu CUMA TEMEN GWE!!" sembur Alen, mulai kesal dengan ocehan Asya.
Mulut Asya hampir saja terbuka, hampir saja mengeluarkan pertanyaan lagi, namun Alen keburu sadar "Jangan nanya lagi, mau gwe turunin disini?!"
***
Setelah selesai mengantarkan kedua sahabatnya dan setelah sampai di pelataran rumah, ia langsung berlari kedalam rumah sembari menjingjing berbagai macam paper bag dari berbagai toko. Wajahnya kusut, semrawut "Haaah, cape! Kak Jo udah balik belum ya?"
"Udah non belanjanya? Mobil saya engga ada yang lecetkan?" tanya Jo, selalu saja datang tiba-tiba *apakah dia JIN?*
Alen memamerkan deretan gigi rapihnya "Udah, tuh liat banyakkan? Tenang aja bos, engga ada yang lecet, muluuuuusss!!" jawabnya "Gimana date nya sama ka Zahra? Lancaar?" tanyanya seraya membuka cardigan merahnya.
Jo tersenyum penuh makna "Sinideh!" suruh Jo sambil menarik tangan Alen.
"Apaansih? Cape nih cape!" tukas Alen.
"Zahra ada disini, dia lagi ngelukis tuh di atas, kamu samperin gih, sapa atau gimana gitu!" seru Jo sambil mendorong bahu Alen.
"Ogah, Alen cape, udah sana ama kakak aja temeninnya! Alen mau ke kamar aja, udah cape ka udah cape ini, kalau mau ngajakin ngobrol besok aja gitu yaaa!!" gumam Alen, membalikan tubuhnya, meraih big red bag dan paper bag nya "Satu lagi, jangan ganggu Alen ya, mau MEDITASI!" sambungnya.
"Apaan Meditasi? Hah, yaudalah terserah deh!" seru Jo cuek dan berjalan menghampiri Zahra yang tengah duduk dengan manis, memegang panel dan kuas, tersenyum tipis seraya menggoreskan berbagai macam warna di atas kanvas "Gimana sayang udah jadi gambarnya?" tanya Jo sambil duduk disebelah Zahra.
"Belum, akukan engga bisa, bukannya kamu yang bisa Jo?"
Jo tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Zahra, tanpa basa basi babi busuk lagi dia langsung meraih tangan Zahra yang masih memegang kuas "Melukis itu harus pake perasaan Ra, pelan tapi pasti .." ujar Jo, mulai menggoreskan garis-garis kasar diatas kanvas, entah akan melukis apa.
Zahra tersenyum, ia merasakan ketulusan hati Jo untuk mencintainya, Jo apa bener kamu menerima aku apa adanya bukan ada apanya? Aku takut kehilangan kamu, gumamnya dalam hati.
"Nah gini, Ra ngertikan caranya?" tanya Jo setelah ia menerangkan cara melukis dengan perasaan kepada Zahra.
Zahra tergagap dan tersenyum tipis "Ngerti ngerti, tapi masih perlu waktu buat bikin yang bagus kaya kamu!" jawab Zahra asal, mencoba menyembunyikan perasaannya, namun tetap saja sia-sia.
"Kamu lagi mikirin apa? Cerita sama aku kalau ada masalah, engga usah malu Ra" ujar Jo, melepaskan genggamannya dan saat itupula Jo mendapatkan jawaban gelengan dari Zahra "Don't lie to me, don't hide anything from me, talk to me Ra" ujarnya lagi, kini kedua tangannya memegang wajah Zahra.
Zahra memegang kedua tangan Jo "Aku masih ragu apa kamu bener-bener menerima aku apa adanya Jo?" tanya Zahra ragu sambil menatap mata Jo lurus.
Jo tersenyum "Kamu perlu bukti apalagi Ra? Apakah semua ini belum cukup? Aku menerima kamu apa adanya, trust me please, aku engga akan nyakitin kamu Ra, kalau bisa dan kalau kamu mau aku mau hubungan kita serius, biar sampe ke jenjang pernikahan!" jawab Jo panjang lebar.
Zahra tertawa kecil dan mencubit hidung Jo "Nikah aja, lulus SMA aja belum tentu" ujarnya seraya mencoel cat minyak yang ada di panel dan mengoleskannya ke pipi Jo "Makin ganteng deh kalau dioles pake ini" sambungnya lagi, berlari menghindar dari Jo yang tengah membersihkan pipinya.
"Zahraaaa, jail ya, I'm coming!!" serunya seraya mengejar Zahra yang telah berlari menjauh dari dirinya. Akhirnya mereka saling kejar mengejar, bagaikan Shahrul Khan dan Kajol Devgan di film india.
Alen melihat kejadian itu, ia tersenyum bahagia, kak Jo seneng banget ya jadian sama kak Zahra, lah gwe? Masih menjomblo, dasar GERA sialan!!, umpatnya dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar